๐Selasa, 17 Desember 2019๐
Masjid Jenderal Sudirman
Ust. Sulaim
Kisah Talut dan Jalut
Talut adalah seorang pemimpin perang yang diutus Nabi Shammil untuk melawan Jalut
Jalut adalah seorang Raja Kafir yang dzalim. Sebelum berangkat perang, ada sebuah perjanjian yaitu jika menemui sungai, maka hanya boleh minum airnya satu cakupan saja.
Berangkatlah mereka untuk berperang, di perjalanan mereka menemukan sungai, karena rasa dahaga segeralah mereka mengambil air di sungai itu untuk diminumnya. Ada yang meminum satu cakupan ada juga yang lebih, padahal sebelumnya mereka sudah berjanji untuk tidak minum lebih dari satu cakupan. Pasukan Thalut yang tadinya terdiri dari beberapa ribu orang hanya tinggal 313 orang yang melanjutkan perjalanan untuk berperang, sebagian besar tidak melanjutkan perjalanan mereka.
313 orang inilah yang terpilih , mereka orang-orang yang sabar dan sangat yakin luar biasa kepada Allah bahwa pertolongan Allah itu nyata, sehingga mereka tawakal dan tidak takut.
Ketika sampai di tempat perang, pasukan Thalut bertemu dengan Raja Jalut, ditantanglah pasukan Thalut untuk duel satu lawan satu dengan Raja Jalut.
Diantara pasukan Thalut, hanyalah ada satu yang berani, Siapa dia? dia adalah Daud, yang kemudian hari akan menjadi Nabi. Daud di perjalanan telah mendapatkan irhas (Sesuatu kejadian istimewa yang Allah berikan kepada calon Nabi), yaitu Daud bertemu dengan tiga batu yang meminta dirinya untuk dibawa perang melawan Raja Jalut. Daud yang saat itu masih kecil ditertawakan oleh Raja Jalut. Namun atas izin Allah Jalut berhasil dikalahkan oleh Daud dan mendapatkan kemenangan. Betapa sabar dan tawakal itu penting untuk pondasi hidup kita, Allah akan menolong orang-orang yang sabar dalam ketaatan.
Ada lagi sebuah cerita yang dapat diteladani, sebuah keluarga sederhana memiliki 12 orang anak, suami hanya bekerja sebagai petani biasa dan istrinya Ibu Rumah Tangga. Kedua belas anak itu sukses semua di masa dewasanya, mengapa? Ternyata kuncinya ibu mereka sabar dalam menjalani ibadah rutin sholat tahajjud dan sholat hajat setiap harinya untuk mendoakan anak-anak mereka supaya sukses.
Sabar dan tawakal lah dalam menjalani hidup, ingin kaya ya kerja, ingin pintar ya belajar, perbanyak sabar dan tawakal dalam menjalani hidup, usaha dan doa bersinergi.
Sekian, semoga bermanfaat...
Menerima saran dan masukan:)
Notulen : Anindita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar